Dalam kehidupan yang saya alami mulai dari lahir sampai saat ini, belum pernah ada yang namanya “menjatuhkan manusia belum cukup umur dibandingkan kita” dengan kendaraan bermotor yaitu HONDA SUPRA X 100cc dengan nomor polisi N 5735 BY. Tepatnya hari kamis tanggal 5 Maret 2009, saya hanya kuliah Zhongwen saja pada pukul 06.30-07.45 di sebuah Universitas M****. Saya bangun pukul 05.00 untuk siap-siap berangkat, sesampai di kampus saya tidak mendapat firasat apapun dan menjalani perkuliahan dengan santai dan tenang.
Setelah perkuliahan selesai, seperti biasa saya mencari tempat kosong lengkap dengan wi-fi untuk membuka laptop berbasis online. Hari sudah siang di kelas tersebut menunjukkan pukul 12.00 waktunya makan. Tiba-tiba saya menawari teman saya A**** untuk mengajak makan siang di sebuah warung enak dengan lalapannya yaitu “B****”. Di tengah perjalanan saya tidak menduga akan adanya musibah menyerang saya. Kemudian saya membelokkan kemudi ke kiri di depan pertigaan kampus STIKI (jalur GML). Tiba-tiba secara sadar kemudi saya kesrempet anak kecil kira-kira berusia 3 tahunan (saya tidak tahu persis). Lalu saya berhenti dan di”cegat” oleh pamannya yang akan menghajar saya. Andaikan saya dihajar, tangan saya sudah siap untuk menangkisnya.
Kerumunan warga setempat menyaksikan kejadian tragis tersebut lalu meminta pertanggung jawaban dari saya. Lalu surat-surat saya akan diminta oleh pamannya yang bertindak kasar, saya membantah dengan emosi “Paak, kalau sampean itu pihak berwajib bawaen sak sepedaku. Lha wong sampean ga duwe bukti-bukti dari kepolisian, kok mau saenak e dewe…” Lalu saya dan kerumunan warga menuju ke tempat orang tuanya untuk mengurus anak tersebut.
Sesampai di rumah anak tersebut, datanglah seorang kakek tiba-tiba marah kepada cucunya. Saya minta maaf kepada kakeknya dan neneknya. Akhirnya kita menuju ke palang merah di belakang jalan rumah itu. Ternyata palang merah itu sudah selesai jam kerja. Setelah sekian menunggu, saya beri uang sebesar Rp.****** untuk berobat ke puskesmas. Dalam hati, saya berkata “Setelah saya beri uang kiranya masalah ini selesai”. Ternyata masalah ini malah berlanjut keesokannya, mereka meminta uang untuk biaya rontgen. Terus menerus dia menelepon untuk biaya tersebut.
Saya merenungkan peristiwa tersebut di rumah dengan perasaan yang tidak tenang. Saya berbicara kepada Tuhan, “Apa evaluasi bagi diri saya pada hari ini, TUHAN?” tiba-tiba saya mendapat suatu mimpi yang juga tragis yaitu terjadi kecelakaan dahsyat di depan rumah saya. Semua itu hanya mimpi, tetapi itu yang saya alami dalam dunia nyata.
Hari terus berlanjut, saya berbicara kepada ayah saya tentang masalah ini. Mereka terus menelepon saya untuk mengganti biaya medis. Lalu saya menyerahkan masalah semua pada saudara saya karena rumahnya di kawasan yang sama (berdekatan). Mereka menghampiri rumah saudara saya dan menceritakan semua peristiwa tersebut. Saudara saya hanya percaya dengan bukti otentik yang kuat. Akhirnya kami sekeluarga memutuskan untuk membantu anak tersebut dengan bantuan dana yang di atas kuitansi bersegel meterai sebesar Rp. ****. Mungkin dari peristiwa tersebut saya dapat menyadari betapa pentingnya etika dalam berkendara di jalan raya.
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Melayani Tuhan sebagai Ketua Panitia
Kata ketua dalam benak saya merupakan orang yang terhormat, terpuji, terpilih. Dengan kata lain, kata ketua adalah seorang pemimpin. Di dalam kekristenan ketua harus memiliki kerendahan hati, sungguh percaya bahwa Yesus Tuhan juru selamat kita karena tanpa Dia yang empunya bumi segala isinya, kita bukan apa-apa di hadapan Tuhan dan tidak layak. Tetapi dengan tuntunan Tuhan, ketua dapat bertanggung jawab atas seluruh masalah baik besar maupun kecil yang dipercayakan Tuhan kepadanya.
Pada tanggal ***(saya lupa) pukul 17.00 saya mengikuti rapat kerja pengurus pemuda dalam rangka penyusunan program kerja pengurus periode 2007/2008 tepatnya di Batu villa Monroe. Ketika dalam perjalanan ke Batu pernah terpikir di dalam benak saya yaitu “Apa yang akan terjadi dengan saya ?” Pikiran itu terjadi berulang-ulang sampai saya berbicara dalam hati kepada Tuhan “Apa yang harus saya perbuat untuk komisi pemuda dan apa jabatan yang akan saya emban nantinya dalam kepengurusan?” Itulah pikiran yang hanya tersangkut di benak saya. Setelah sampai tiba di tujuan, kita memilih kamar dan menata ruangan yang akan digunakan untuk rapat.
Waktu tepat menunjukkan pukul *** saya dan teman-teman pengurus yang lain berkumpul di ruangan yang telah diatur untuk berdiskusi mengenai masa depan Pemuda Gereja Kristen Kalam Kudus Semeru (YBC GKKKS). Hati saya mulai berdebar ketika Ko Jemmy mulai angkat bicara yaitu untuk menagih kembali janji komitmen pengurus untuk melayani Tuhan kembali. Ketika beliau mulai membacakan nama-nama yang akan terlibat sebagai pengurus beserta jabatan, saya mulai terasa jabatan dan tanggung jawab saya tetap seperti kepengurusan periode 2006/2007. Saya bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan kepercayaan berdasarkan talenta saya yaitu sie publikasi yang bertanggung jawab atas seluruh kartu publikasi beserta data-data lagu pujian milik Pemuda GKKKS (YBC). Apa yang dimaksud dengan YBC? Ada yang tahu???? YBC adalah Youth Blessing Community menurut versi saya, yaitu komunitas pemuda yang diberkati Tuhan. Setelah rapat dibentuklah suatu kelompok untuk mengevaluasi program kerja tahun lalu dan membuat program kerja yang akan datang. Koordinasi evaluasi program kerja selesai, kita mendapat waktu bebas. Saya memilih untuk istirahat malam bersama teman-teman sekamar.
Keesokan paginya pukul 06.00 saya bangun pagi, mandi, sesudah itu saat teduh. Saat teduh pribadi selesai saya mulai kembali muncul pikiran tadi malam, “Apa yang akan terjadi pada saya Tuhan?” Pikiran itu terus membenak di pikiran saya sampai berjalannya rapat akbar di suatu tempat ruang tengah tersebut. Akhirnya dalam waktu penentuan tema, saya terpilih menjadi ketua penanggung jawab HUT Pemuda GKKKS 52 Malang (YBC). Setelah terpilih, saya kaget dan sempat berpikir mengapa saya terpilih menjadi ketua kok tidak yang lain saja padahal banyak yang lebih berbakat dan berpotensi untuk memimpin daripada saya yang tidak memiliki pengalaman pemimpin. Rapat segera berakhir dan telah waktunya pulang setelah mengikuti rapat kerja yang begitu menyita banyak waktu.
Rapat berakhir dan dalam perjalanan ke rumah saya terus merenungkan hal yang terjadi di rapat tersebut, yaitu mengapa Tuhan memilih saya dan apa maksudNya tiba-tiba memilih saya? Tiba di rumah, saya terus berdoa dan bertanya kepada Tuhan, apakah maksud tersebut? Ternyata, keesokan hari saya berangkat kuliah, tiba-tiba ada pikiran yang muncul di benak saya. Oh.. mungkin Tuhan ingin membentuk karakter saya, karena pada awalnya saya sangat sulit untuk bergaul dan cenderung individualis untuk berbagi dengan orang lain.
Tepatnya pada tanggal****, saya membentuk panitia untuk mengatur acara HUT Pemuda 52. Saya kesulitan pada awal memilih orang-orang untuk menjadi panitia karena banyak sekali pertimbangan serta program kerja yang harus saya pikirkan untuk memilih orang-orang yang tepat. Kemudian saya berdoa untuk memohon pertolongan Tuhan untuk memilih orang-orang yang tepat. Esoknya hari kamis, saya bertemu dengan Ko Jemmy untuk KTB. Sambil menunggu teman-teman ktb saya membahas pemilihan orang-orang bersama Ko Jemmy, banyak sekali hambatan-hambatan dan pertimbangan dalam memilih orang tersebut. Tetapi Tuhan menolong saya, sehingga saya dapat menemukan orang-orang tersebut bersama Ko Jemmy.
Rapat perdana dimulai pada tengah-tengah persiapan PUT yang merupakan penjangkauan awal pemuda sebelum HUT (penjangkauan akhir). Kami berkumpul dan berbicara mengenai tugas-tugas yang akan dikerjakan tiap sie. Dari pihak pengurus, kami mendapatkan dana Rp. 1.500.000,- tema Make a Better World serta pembicaranya Ev. Marojahan Sijabat.
Suatu saat setelah berakhirnya rapat pada hari sabtu kemarin, saya mengutus sie dekorasi untuk meminta dana kepada bendahara. Sie dekorasi saat itu adalah Hendy (teman saya SMA), tiba-tiba dia mengatakan lewat sms bahwa yang harus minta adalah ketua bukan dia langsung, karena itu wewenang ketua semua. Wah…langsung saya berpikir, ada apa dengan anak ini kok kayaknya lepas tanggung jawab dan tidak mau berusaha? Oh…mungkin dia sungkan karena saya pernah tahu karakternya. Malam hari saya telepon ke rumahnya dan berbicara dengannya bahwa menjadi seorang pemimpin memang tugasnya banyak bukan berarti tugas ketua semua, tetapi tugas seluruh panitia untuk bekerja sama dan saling membantu supaya menjadi solid di hadapan Tuhan dan jemaatNya. Saya bersyukur, dia langsung menyadari semuanya.
Pada saat rapat, saya sempat kewalahan dan bimbang harus berbicara apa dengan rekan-rekan saya karena saya adalah seorang pendiam dan tidak banyak berbicara serta sulit mengatur kata-kata untuk bertindak. Rapat berlangsung, peran saya sebagai ketua seolah-olah hilang karena saya selalu mengandalkan pendapat dari sie acara yang memiliki banyak ide untuk HUT. Pada saat debat berlangsung antar sie dan berbagai pendapat saya kumpulkan untuk mengambil keputusan dalam keadaan bimbang, dalam hati saya berkata apa yang harus saya putuskan, ya Tuhanku demi kemuliaan namaMu untuk acara pemuda ini? Berkat pertolongan Tuhan saya tiba-tiba merangkai kata dan mengeluarkannya untuk menjadi keputusan. Itulah berkat Tuhan yang saya alami dalam pembentukan karakter saya untuk berorganisasi.
Tepat tanggal 26 September 2008 pukul 19.00, adalah briefing terakhir untuk persiapan HUT untuk esok hari. Saya membantu teman-teman panitia untuk bekerja keras dalam persiapan baik itu acara, dekorasi yang sibuk dengan pekerjaan Tuhan. Sungguh indah pekerjaan itu untuk kemuliaan Tuhan. Tiba-tiba Indra mengajak saya untuk mengambil kanvas untuk HUT besok di tidar (rumah Indra) dengan mobil. Di mobil saya berkata dalam hati, apa yang akan terjadi untuk esok hari tepat pukul 17.30 ya Tuhan ku? Jadilah kehendakMu!!! Ternyata, besok acara tersebut mundur 15 menit dari pukul 17.30 menjadi pukul 17.45 karena menunggu pembicara dari Surabaya belum datang. Saya sempat takut, bimbang, pikiran sudah kacau, tetapi saya ingat Tuhan bahwa semua ini pekerjaan yang Tuhan rencanakan dan semua indah pada waktunya. Pembicara tiba tepat pukul 18.00 WIB sesuai dengan jadwal rutin persekutuan pemuda. Ketika saya masuk ruang hall GKKK, saya kaget betapa sedikitnya anak muda yang datang dari yang saya perkirakan. Ibadah telah berlangsung, saya bertanya dalam hati, apa yang salah dari kepemimpinan saya? Ya, Tuhan kuserahkan seluruhnya kepadaMu. Puji Tuhan, perlahan-lahan anak muda mulai berdatangan biarpun pada saat acara berlangsung.
Tiba saatnya untuk mendengarkan Bang Ojah untuk berbicara di depan anak muda, banyak anak muda terpesona dengan gaya khotbahnya yang suka bernostalagia dan mudah berbaur dari satu bangku ke bangku yang lain. Waktu terus berjalan, tak terasa sudah kelewat batas khotbah beliau. Tiba-tiba tanpa sepengetahuan saya, sie acara memutuskan untuk memberi kertas peringatan kepada pembicara untuk berhenti bahwa waktu kurang 5 menit. Saya kecewa dengan itu karena posisi saya sebagai ketua seolah-olah hilang fungsinya. Saya bertanya apa maksud dari sie acara tersebut? Sepanjang acara saya juga bimbang dan terus bertanya kepada sie acara, jadi seolah-olah sie acara yang bertanggung jawab, padahal saya sendiri sebagai ketua yang bertanggung jawab. Itulah seorang ketua yang polos dan belum berpengalaman dan pada saat itu juga Tuhan membentuk karakternya sebagai seorang pemimpin yang belum pernah saya alami. Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan panitia yang sudah bekerja sama sampai selesai acara HUT PEMUDA 52. YBC Dahsyyyaaattt!!!!! Sampai jumpa di even berikutnya. Tuhan memberkati…
Posted in Uncategorized | 1 Comment »